Kamis, 28 Oktober 2010

Manfaat Bunga Kamboja, Dari Obat Nyamuk Sampai Teh Seduh

cup-tea-4003 
JANGAN sepelekan bunga kamboja. Tumbuhan yang banyak ditanam di areal pemakaman itu dan kini dilirik untuk pertamanan itu, bunganya sering diabaikan dan dibiarkan layu serta membusuk di tanah. Namun siapa sangka, di balik ”ketidakberdayaan” bunga itu menyimpan sejuta manfaat. Ternyata, bunga ini bisa dipakai sebagai bahan baku untuk membuat minyak wangi, teh seduh dan obat nyamuk. Sayangnya, proses pengolahan tersebut baru bisa dilakukan di negara lain yaitu Taiwan, Jepang, dan China. Setyawan (23) , warga Desa Jetak, Kecamatan Jati dan Suliman (60), warga Ploso, Kecamatan Jati yang mendapatkan ”berkah” dari jatuhnya bunga kamboja.
bunga_kamboja_4_by_oceansky1
Terlebih saat memasuki musim kemarau, bunga kamboja yang banyak tumbuh di areal pemakaman mulai berjatuhan. ”Di saat seperti itulah, warga sekitar mengambil dan mengumpulkannya untuk dijual ke pengepul dan dikirim ke luar negeri,” kata Setyawan. Keduanya mengambil bunga-bunga yang berjatuhan itu di areal pemakaman umum di Desa Ploso. Harganya lumayan, per kilo untuk bunga kamboja kering mencapai Rp 32.000 per kilo, sedangkan yang basah Rp 5.000 per kilo. Menurut Setyawan, pengambilan bunga ini sudah dilakukan sejak sepekan lalu, saat memasuki musim kemarau. Aktivitas ini dijadikan sebagai pekerjaan sambilan. Sehari-hari ia bekerja sebagai tukang tambal ban dan letak bengkelnya berdekatan dengan tempat pemakaman umun Desa Ploso. “Hasilnya cukup lumyan, dari mengambil bunga kamboja ini bisa dipakai untuk tambahan kebutuhan hidup,” katanya.
Aktivitas ini dimulai siang hari, saat angin banyak bertiup dan merontokkan bunga-bunga kamboja yang tumbuh di pemakaman tersebut. Bunga itu dimasukkan ke dalam kantong plastik dan selanjutnya dijemur. “Bunga-bunga kamboja yang sudah diambil biasanya tidak langsung saya jual ke pengepul, tetapi dikeringkan dulu dengan cara dijemur. Karena harga jual bunga kamboja kering dengan yang basah berbeda,” katanya.bunga-kamboja_94_l 
  Penjemuran yang sempurna bisa memakan waktu dua hingga empat hari. Meskipun sudah kering, wangi bunga kamboja tersebut masih bisa tercium dan tidak ada perubahan.
Subur (47), salah satu pengepul bunga kamboja yang tinggal di Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati mengatakan, bunga -buga kamboja kering akan dikirim ke Surabaya dan selanjutnya dikirim ke Taiwan. Ditambahkan, saat ini pengembangan pembuatan teh berbahan bunga kamboja belum bisa dilakukan di Indonesia. Konon, untuk mendapatkan ramuan yang ideal, teh bunga kamboja masih dicampur dengan bahan-bahan alami lainya yang bahannya didapat di negara pengolahnya.
Subur pun suatu kali pernah mencoba membuat teh seduh bunga kamboja yang sudah dikeringkan. Menurutnya, soal rasa hampir sama dengan teh seduh biasa. “Rasanya hampir sama. Namun teh ini biasanya dipakai sebagai obat,” katanya. Siapa mau mencoba?(79)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar